Mom Uung #PejuangASI

Bayi Sering Memasukkan Tangan ke Mulut, Jangan Dilarang ya Moms

2 min read

Kita pasti gemas saat melihat tingkah laku si kecil yang sering memasukan apapun ke mulutnya. Terkadang kita merasa ingir memarahinya dan melarangnya ya moms. Namun ternyata, hal itu tidak disarankan moms.

Dikutip dari Parenting.co.id, dr. Bernie Endyarni Medise, SpA(K), MPH dari Divisi Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial, Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan bahwa fase oral akan membantu perkembangan keterampilan anak di masa mendatang.

Menurut dr. Luh Karunia Wahyuni, Sp.KFR, mulut merupakan jendela dunia bagi bayi, mereka mengenali lingkungan melalui rongga mulutnya. Rongga mulut bayi mengandung sistem saraf yang berfungsi untuk menerima stimulus.

Tahukah mommy kalau memasukkan tangan ke mulut yang sering dilakukan bayi ternyata hal yang wajar dalam fase perkembangan bayi, dan memiliki manfaat? Yuk kita simak.

Sebelumnya, mommy wajib tahu nih, apa itu fase oral.

Apa itu fase oral?

Fase oral merupakan tahap perkembangan area oromotor (otot daerah mulut dan pencernaan) yang mempengaruhi perkembangan lain seperti bicara dan makan.

Pada masa ini, bayi memusatkan stimulus pada area mulut, dia akan memasukkan apa saja yang dipegangnya kedalam mulut karena menganggap mulut adalah tempat pemuasan kebutuhannya (oral gratification).

Dalam dunia psikologi, fase oral adalah tahap pertama dalam perkembangan psikososial yang pasti dialami setiap orang.

Fase oral umumnya dialami sejak lahir hingga bayi berusia 18 bulan. Namun terkadang ada yang berlanjut hingga balita, dan bahkan hingga 5 tahun.

Pentingnya fase oral

Fase oral adalah tahap pertama dari perkembangan selanjutnya. Fase oral mempengaruhi kematangan otot dan rongga mulut, jika otot terbentuk matang, si kecil akan sangat terbantu dalam mengembangkan kemampuan makan dan bicara.

dr. Bernie mengungkapkan, anak yang sering dimarahi atau dilarang orang utnanya saat memasukkan jari ke mulut akan membuat fase oralnya tidak maksimal.

Akibatnya, anak akan mengalami keterlambatan perkembangan kematangan area rongga mulut, sehingga mengganggu kemampuan bicara dan makannya.

Contohnya, ada anak berusia 2 tahun yang belum bisa mengunya nasi dan harus makan bubur.

Manfaat fase oral

Berikut ini beberapa manfaat dari kegiatan memasukkan tangan kedalam mulut yang sering dilakukan bayi.

Bayi akan belajar mengenal anggota tubuhnya sendiri

Oh aku punya tangan”, “Di sini ada beberapa bagian lainnya.” Mungkin itu yang dikatakan bayi.

Lalu saat di usia 5 bulan, bayi mulai memasukkan kakinya ke rongga mulut dan tahu bahwa dia memiliki kaki ujung tubuhnya.

Lalu “Ada anggota tubuh lainnya di kanan dan kiri badanku.” Dengan kegiatan itu bayi belajar mengoordinasikan tangan untuk masuk ke mulut, bukan ke arah lain.

Menekan refleks muntah pada bayi

Saat bayi memasukkan tangannya ke mulut, secara tidak langsung dia menekan refleks muntah ke belakang.

Meski sering ditemukan bayi dengan gejala muntah atau mual setelah memasukkan tangannya ke mulut, itu adalah hal yang wajar karena itu adalah prosesnya. Dengan begitu dia akan terus mencoba lagi beberapa saat kemudian, terus menerus hingga akhirnya refleks muntahnya pindah ke belakang.

Bisa membuatnya nyaman

Karena mulut adalah jendela dunianya, memasukkan tangan kedalam mulut dirasakan bayi sebagai kegiatan yang membuatnya nyaman dan merasa tenang.

Sebagai pondasi tahap perkembangannya

Saat memasukkan tangan ke mulut, bayi memulai sebuah eksplorasi, lidah dan rahangnya akan bergerak.

Ini adalah langkah awal untuk membentuk perkembangan area mulut.

Rongga mulut akan terbiasa dengan benda padat

Dengan memasukkan tangan atau benda kedalam mulut akan terus merangsang perkembangan area mulut bayi. Dalam tahap selanjutnya, si kecil akan dengan mudah mengkonsumsi makanan padat seperti nasi.

Cara menghadapi kebiasaan bayi memasukkan benda ke mulut

Dikutip dari Momjunction, inilah 5 hal yang bisa mommy lakukan untuk menghadapi kebiasaan ini.

Jangan memarahinya

Ini adalah hal yang wajar, jangan memarahinya ya moms. Jika mommy memarahinya, rasa ingin tahu si kecil akan berkurang dan perkembangannya terganggu.

Mommy cukup memastikan benda di sekelilingnya aman bagi si kecil, tidak perlu memarahinya. Selain itu, mommy bisa menyiapkan teether sebagai pengganti benda yang akan dimasukannya ke mulut.

Jauhkan benda berbahaya dari sekitarnya

Berda berkilauan atau benda bertali seperti gantungan sangat menarik bagi bayi. Namun pada benda ini terdapat banyak bakteri yang berbahaya bagi si kecil.

Mommy harus menjauhkan benda-benda yang berpotensi membahayan bagi bayi.

Ajari kata ‘tidak boleh’ atau ‘no’

Mungkin si kecil tahu benda yang diambilnya tidak boleh diambil, namun karena rasa ingin tahunya tinggi dia akan tetap mengambilnya.

Mommy bisa mengajarinya dengan kata “No” untuk hal yang tidak diperbolehkan.

Berikan teether

Pada beberapa kasus, kebiasaan memasukkan benda ke mulut bayi dipicu karena rasa ketidaknyamanannya saat tumbuh gigi.

Mommy bisa memberikan teether sebagai alat untuk digigit. Tetapi mommy harus memastikan teether yang diberikan aman untuk si kecil dan tidak mengandung bahan kimia.

Itulah beberapa hal yang wajib mommy ketahui tentang fase oral pada bayi.

Jika ada yang ditanyakan bisa langsung tanya di kolom komentar, instagam momuung.id atau melalui komentar di channel Youtube Mom Uung. Sampai jumpa di next artikel.


Referensi

  • Momjuction, diakses pada 13 Oktober 2020, Mouthing In Babies: Causes, Possible Risks And Precautions To Take
  • Ayahbunda, diakses pada 13 Oktober 2020, 5 MANFAAT MEMASUKKAN TANGAN KE MULUT BAGI BAYI
  • Parenting.co.id, diakses pada 13 Oktober 2020, Anak Masukkan Benda ke Mulut? Ini Alasannya!
  • TheAsianparent Indonesia, diakses pada 13 Oktober 2020, 4 Cara Tepat Menghadapi Kebiasaan Bayi yang Suka Memasukkan Benda Ke Mulut
Avatar
Mom Uung #PejuangASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau dapet info promo & tips dari Momuung tiap hari?
Yuk follow dan