Tips Agar ASI Melimpah & Lancar, Ampuh untuk Meningkatkan Produksi ASI

Posted: 25 Aug 2021

Semua Ibu menyusui pasti ingin ASInya lancar dan melimpah, sebelum itu Ibu menyusui harus mengerti dulu nih, apa saja sih yang bisa membuat ASI jadi lancar? yuk simak tips berikut agar ASI lancar dan melimpah.

ASI dipengaruhi oleh dua hormon yaitu hormon prolaktin dan hormon oksitosin. Hormon prolaktin yaitu hormon yang membuat sel sel produksi ASI bekerja maksimal. Sedangkan hormon oksitosin sering disebut hormon kebahagiaan, yaitu hormon yang dipengaruhi psikologis Ibu menyusui untuk mengalirkan ASI.

Hormon prolaktin sudah dimiliki seorang Ibu ketika di mendekati hari persalinan atau setelah melahirkan. Meskipun sudah ada di dalam tubuh, Ibu menyusui tetap saja perlu merangsang dan menstimulasi kerjanya agar dapat menghasilkan ASI yang maksimal. Nah berikut ini adalah cara bekerjanya hormon prolaktin;

1. Sering menyusui bayi secara langsung dari payudara

Payudara akan mengirim sinyal ke otak untuk memproduksi ASI saat si bayi mulai menghisap. Setelah melahirkan usahakan untuk IMD atau Inisiasi Menyusui Dini yaitu bayi dibiarkan untuk mencari puting Ibu sendiri (tidak di sodorkan ke dot).

2. Sering lakukan skin to skin dengan bayi

Menyusui langsung ke bayi membuat hormon prolaktin Ibu terangsang bekerja dengan maksimal karena pada dasarnya hormon prolaktin diproduksi ketika payudara dihisap oleh bayi.

Memang tidak semua Ibu setelah melahirkan ASInya langsung keluar, ada yang keluar 2-4 hari pasca melahirkan. Namun hal tersebut bukan berarti tidak bisa diatasi. Kunci utamanya adalah sering-sering untuk mengirimkan sinyal ke otak dengan cara skin to skin dan hisap langsung puting susu meskipun belum keluar ASI nya, karena di dalam mulut bayi terdapat sensor yang akan merangsang hormon prolaktin untuk mengeluarkan ASI.

menyusui asi 2 tahun

3. Membuat jadwal rutin memerah ASI

Membuat jadwal memerah ASI atau pumping perlu dilakukan terutama bagi working mom. Working mom harus pumping semaksimal mungkin karena waktu untuk menyusui bayi secara langsung sangat terbatas. Mulailah membuat jadwal memerah ASI pada waktu yang baik dalam pumping supaya dengan adanya jadwal pumping tubuh Ibu mengerti sinyal permintaan untuk mengeluarkan ASI. Kunci jadwal memerah ASI yang baik bukan seberapa lama durasi untuk pompa tapi seberapa sering memberikan sinyal permintaan ke tubuh.

4. Menyusui sambil diimbangi memerah ASI

Hisapan bayi sangat alami membuat lebih mudah mendapatkan LDR. Let Down Reflex (LDR) merupakan refleks yang terjadi ketika saraf di payudara Ibu terangsang karena hisapan bayi dan sinyal pelepasan oksitosin, yaitu hormon yang mendorong otot-otot kecil di sekitar sel-sel yang memproduksi ASI untuk berkontraksi dan mengalirkan ASI ke dalam saluran ASI.

Saat salah satu payudara yang dihisap bayi, payudara yang lain bisa dibantu pumping karena secara otomatis payudara yang dipompa juga mendapatkan LDR dan menghasilkan ASI yang maksimal.

5. Memerah langsung saat setelah selesai menyusui

Selesai menyusui , Ibu bisa langsung pumping sekitar 10-15 menit per payudara. Tujuannya adalah  memberi sinyal ke otak untuk mengeluarkan ASI lebih. Sehingga merangsang otak dan tubuh ibu menyusui terlatih mengeluarkan ASI lebih maksimal.

6. Memerah dari dua payudara

Memerah kedua payudara secara bersamaan juga dapat membantu produksi ASI lebih maksimal. Lakukan pijatan lembut saat sebelum pompa agar payudara lebih rileks dan  mengeluarkan ASI lebih maksimal. Pumping dari dua payudara itu seperti menyusui bayi kembar, ketika satunya LDR yang satunya lagi akan terpancing untuk LDR.

7. Cukupi asupan nutrisi dan cairan tubuh 

Menyusui itu menguras banyak tenaga, oleh karena itu Ibu menyusui perlu penuhi kebutuhan asupan nutrisi dan cairan tubuh. Ibu menyusui tidak harus makan banyak, yang perlu diperhatikan adalah komposisinya. Ibu menyusui perlu makan makanan bergizi seimbang dan ASI itu 90 persennya adalah cairan, sehingga Ibu menyusui harus memenuhi kebutuhan cairan, untuk minum air putih minimal 3,1 liter perlu dipenuhi.

Jika ada yang ditanyakan bisa langsung tanya di kolom komentar, free konsultasi di website Mom Uung , instagram momuung.id atau melalui komentar di channel Youtube Mom Uung . Sampai jumpa di next artikel..

Related Journals