Mengenal Tanda Bayi Sedang Mengalami Growth Spurt dan Tips Mengatasinya

Posted: 11 Dec 2021

Pernahkah mommy merasa ada hari dimana si kecil sangat rewel dan menyusu lebih lama dari biasanya? Hal ini sudah sangat wajar terjadi pada bayi kok mommy.

Dalam menyusui ada istilah yang sering disebut dengan Growth Spurt atau Lonjakan Pertumbuhan. Mungkin dari sebagian mommy sudah sering mendengar istilah ini yah. Jadi, apa sih moms yang dimaksud dengan Growth Spurt ini?

Growth Spurt (Lonjakan Pertumbuhan) adalah kondisi dimana bayi membutuhkan asupan nutrisi lebih banyak dari kebutuhan nutrisi biasanya. Fase ini Sering terjadi pada bayi usia 3-6 bulan. Hal ini Dapat ditandai dengan:

  • Pertambahan berat badan
  • Pertambahan panjang badan
  • Pertambahan lingkar kepala

Namun bagi beberapa mommy, tanda Growth Spurt yang paling nyata adalah ketika si kecil minta nenen lebih banyak, menjadi lebih rewel & tidak tenang.

Selain tanda - tanda yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa tanda-tanda Lainnya yang perlu mommy ketahui nih..

Berikut ini adalah beberapa Tanda - Tanda Bayi yang sedang mengalami fase Growth Spurt.

1. Waktu Tidur Berubah

Tepat sebelum dan selama fase Growth Spurt, bayi mungkin tampak lebih mudah mengantuk dari biasanya. Suatu studi menyebutkan, selama masa Growth Spurt, bayi bisa tidur 4,5 jam lebih dari biasanya. Namun, ada beberapa bayi yang sedang melewati fase Growth Spurt terlihat kurang tidur. la lebih sering terbangun saat malam hari dan tidur siang hanya sebentar.

2. Bayi Lebih Rewel

Bayi mungkin akan lebih gelisah dari biasanya atau menangis jika ditinggalkan. Padahal biasanya tenang dan tidak menangis. Hal ini bisa terjadi karena bisa jadi bayi merasa lelah. Jadi mommy tidak perlu khawatir ya.

3. Pola Tidur Bayi Berubah

Bayi akan sering terbangun saat tidur nyenyak di malam hari merupakan salah satu tanda bayi sedang mengalami Growth Spurt. Melansir dari American Academy of Sleep Medicine (AASM) "Bayi yang mengalami percepatan pertumbuhan akan merubah pola tidurnya" Pada kasus ini, bayi akan terbangun tengah malam meskipun sudah cukup tidur siang. Namun, pada pagi siang hari ia akan tertidur pulas.

4. Menguasai Hal Baru

Sebelum masa Growth Spurt, mungkin agak sulit untuk mengajarkan bayi bertepuk tangan atau memegang mainan. Namun, saat mengalami masa ini, bayi cenderung bisa melakukannya sendiri. Karena otak bayi secara fisik membesar bersama dengan seluruh tubuh nya saat dia belajar untuk menavigasi dunia, menyebabkan tengkoraknya tumbuh dan bergabung secara bergantian.

Ketika bayi sedang mengalami growth spurt, memang ada kalanya mommy merasa lelah hingga bingung harus berbuat apa. Mom uung akan memberikan beberapa tips nih untuk menenangkan si kecil yang sedang mengalami growth spurt nih mom.

Berikut adalah beberapa Tips Mengatasi Bayi Growth Spurt

1. Tenangkan saat Bayi Rewel & Manja

Saat mengalami Growth Spurt, bayi akan lebih rewel dan manja dari biasanya. Mommy bisa tenangkan dengan mengajaknya bermain, membaca buku, atau sekedar berbincang sembari menemaninya beristirahat.

2. Tingkatkan Frekuensi Menyusu Bayi

Setiap kali bayi merasa lapar dan haus, hindari membatasi jumlah ASI/makanan, minumannya. Biarkan bayi menyusu sampai ia merasa puas dan kenyang.

3. Penuhi Waktu Tidur Bayi

Growth Spurt pada bayi bisa membuat waktu tidurnya menjadi lebih lama maupun lebih sedikit. Mommy perlu memastikan bayi mendapatkan waktu tidur yang cukup selama masa pertumbuhan ini.

Perlukah Konsultasi Ke Dokter?

Growth Spurt biasanya tidak berlangsung lama sehingga kebiasaan si kecil akan kembali seperti semula. Namun tetap perhatikan jika frekuensi menyusu, makan, jam tidur, dan kerewelan bayi berubah secara mendadak, bahkan disertai gejala lain seperti demam, tidak ceria dan lainnya. Kondisi ini bisa menjadi tanda bayi sedang sakit. Mommy perlu segera memeriksakannya ke dokter.

Semoga materi ini dapat membantu mommy semua yah. Semangat MengASIhi Hingga 2 Tahun Mommy!

Mom Uung Author

Author:
Mom Uung

Related Journals